Sabtu, 17 September 2011

PENANGANAN HERPES PADA IKAN KOI

MENCEGAH KERUGIAN USAHA DENGAN PENANGANAN HERPES PADA IKAN KOI

IKAN KOI
Sekarang ini menekuni hobi sudah  bukan  merupakan kegiatan yang bertujuan  untuk kesenangan belaka. Sekali dayung  dua tiga pulau terlampaui, demikian juga dengan menekuni bisnis dengan latar belakang sesuatu yang kita minati. Disamping kepuasan kita dapatkan, pundit-pundi uang  kita pun bertambah. Sudah banyak yang  membuktikan bahwa dari hoby pun dapat mendatangkan rupiah. Salah satu diantaranya dengan Peluang Usaha beternak ikan Koi.  Meskipun  banyak jenis ikan  yang merupakan ikan  koleksi namun jenis ikan Koi tetap memiliki penggemar tersendiri.  Bahkan  aneka lomba kemolekan jenis  ikan  Koi ini tidak  pernah sepi dari peserta yang rata-rata adalah seorang hobiis Oleh karena itu peluang usaha ikan Koi ini selalu memiliki prospek yang  cerah  untuk ditekuni.  Namun demikian dalam menjalankan  bisnis berlatar belakang hobi ini tetap dituntut keseriusan dan ketekunan dalam berusaha, termasuk cukupnya informasi dan pemahaman mengenai tehnik  pemeliharaan dan perawatan serta kendala yang  umum dialami dan penanganannya. Salah satu permasalahan yang  umum dialami dalam pemeliharaan ikan  Koi adalah serangan hama ataupun penyakit, diantaranya serangan Herpes pada Ikan  Koi. Berikut akan kita bahas mengenai gejala, pemicu munculnya penyakit tersebut serta tips-tips penangannya. Gejala serangan herpes pada ikan koi yang  dialami peternak menunjukkan ciri yang  sama. Pada awalnya ikan lambat bergerak, mogok makan, dan sering muncul di permukaan air. Bila ikan diangakat terlihat bintil merah di perut.  Ketika diurut benjolan itu pecah dan keluar darah. Serangan bertambah parah bila kulit ikan terkelupas.  Sebagai pemicunya diduga perbedaan temperatur siang dan malam yang ekstrim. Biasanya ikan cenderung berdiam diri didasar air. Saat itu  parasit menempel ke tubuh. Namun tidak semua ikan koi terserang penyakit itu, dari hasil beberapa pengamatan, ikan  koi jenis Chagoi relative tahan, sebaliknya doitsu sangat rentan lantaran besisik lebar dan tubuh lunak.
Ada beberapa cara yang sudah  dipraktekan  oleh para peternak ikan koi untuk mengatasi serangan herpes pada koi tersebut. Antara lain Pemberian  formalin dosis tinggi, 50ml/mair.  Perlakuan tersebut harus dibaengi pemberian air blow.  Sebelumnya air diganti total, lalu masukkan formalin tanpa mengangkat ikan dari kolam.  Agar daya kerja obat efektif sebaiknya aplikasi dilakuakan pada sore hari.  Keesokan harinya air diganti dan dibiarkan sehari semalam agar ikan mengalami proses pemulihan diri. Perlakuan itu dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Setelah itu ulangi setiap 3 hari selama 15 hari. Hal tersebut dilakukan dengan alasannya, masa inkubasi parasit hanya berkisar 11 hari. Toleransi 3 hari untuk membunuh telur yang tersisa. Hasil percobaan itu terbukti dari 50 koi   sakit hanya 4 ekor ikan  koi saja yang mati.
Metode lain adalah dengan membuang air kolam hingga tinggal separuhnya ketika ikan terlihat sakit. Beri antibiotic Bio Cleaner, Malachyt Green atau El Bayu, dosis 0.2g/l. Setelah aplikasi obat selama ½ jam, tambahkan air hingga ketinggian semula. Tips tambahannya,  Ikan yang telahsembuh sebaiknya diberi vitamin B kompleks agar daya tahan meningkat.  Cara lain yang pernah diterapkan oleh peternak ikan adalahpemberian formalin 22-24 ppm (1 ppm + 1 mg/l) air cukup efektif membunuh parasit. Trik lainadalah dengan menabur 40 ppm Malachyt Green atau 3ppm Masoten. Pengobatan harus  rutin selama 3-5 hari dan diulang seminggu kemudian.
 Selain penanganan dan pengobatan pada saat terjadi serangan , hal penting lain yang harus dilakukan  adalah persiapan dan kewaspadaan petani ikan.  Cara budidaya yang terus menerus yang selama ini  umum dilakukan oleh para petani harus dirubah.  Diantaranya dengan menerapkan pola budidaya terpadu. Kolam ikan  harus dilengkapi saluran pembuangan. Menangkap ikan dengan jaring tanpa membuang sebagian air terlebih dahulu menyebabkan lapisan tanah teraduk. Dampaknya muncul ga-gas ammonia.  Dalam kondisi air yangtercemar akan  memudahkan penyakit menempel pada tubuh ikan.  Pada saat diangkut ke lokasi lain, penyakit tersebut dapat menulari ikan  yang lain.  Kolam perawatan juga perlu dilengkapi filter yang  baik dan terjaga kebersihannya.  Sirkulasi air kolam harus secara periodic. Demikian juga pemberian antibiotik untuk mencegah serangan penyakit juga harus diberikan secara rutin.

Tidak ada komentar: